Just Another Place 2 Share


Review Film : Eagle Eye (2008) - Bawa2 Nama Indonesia sih, tapi….

18 Oct 2008

Eagle Eye PosterTadinya gw ngga sempet monitor, bahkan sama skali ngga tau klo ada film ini klo bukan Ockie yang ngajakin. Ngga terlalu antusias untuk nonton juga sih, Cuma berhubung abis dari gereja gw nebeng dia, ya udahlah skalian meluncur ke f X dan akhirnya nonton. Lagian film action Hollywood pastinya seru2 aja. Dan emang bener sih seru juga.

Ceritanya Jerry Shaw (Shia LaBeouf) yang baru menghadiri pemakaman saudara kembarnya yang seorang army, ketika kembali ke apartemen kumuhnya, ternyata di apartemennya telah dipenuhi berkotak2 senjata muthakhir yang sering dipake para teroris. Bersamaan dengan itu juga rekening banknya telah berisi uang dalam jumlah yang besar. Dan alkisah akhirnya Jerry menjadi target dari FBI sebagai kaki tangan teroris.

Sebelum tertangkap oleh FBI, Jerry menerima telpon dari seorang wanita yang menginstruksikan dia utk melarikan diri. Dan menurut suara wanita itu ia telah diaktivasi. Suara dari telepon itu juga kemudian yang membantu *atau lebih tepatnya memaksa* Jerry untuk kabur dari tahanan FBI.

Pada saat yang sama, Rachel Holloman (Michelle Monaghan) seorang single mother yang baru melepaskan kepergian putranya Sam (Cameron Boyce) untuk mengikuti suatu pertunjukan musik ke Washington juga mendapatkan telpon dari wanita yang sama. Rachel dipaksa untuk mengikuti semua instruksi yang diberikan atau keselamatan Sam terancam.

Mengikuti instruksi2 tadi, akhirnya Jerry dan Rachel dipertemukan. Bagaimanapun cara mereka mencoba melepaskan diri dari instruksi2 yang membahayakan itu selalu gagal, karena si pemberi instruksi sepertinya telah menguasai teknologi tingkat tinggi yang bisa mengendalikan semua jenis peralatan elektronik yang ada, mulai dari handphone, kamera pengintai, kendaraan, traffic light, atau mesin apa saja yang terkoneksi ke computer.

Instruksi2 itupun melibatkan Jerry dan Rachel dalam pengejaran2 oleh FBI dan militer dengan aksi-aksi yang sangat seru ala Hollywood. Dan mereka juga tidak punya pilihan lai selain mengikuti instruksi2 itu tanpa tau sebab musababnya.

Gw akui aksi laga film ini emang cukup seru, hanya sayangnya pengambilan gambar yang terlalu banyak di close-up terkadang membingungkan. Sangat sulit membedakan antara siapa yang menabrak siapa ketika terjadi kejar2an mobil di jalan raya. Apalagi klo kita duduk di deretan tengah atau depan di gedung bioskop, dijamin sakit mata deh.

Tapi gw salut, bagaimana para penulis cerita ini menyusun alur cerita yang sedemikian ribet dan cepatnya menjadi sambung menyambung sehingga hal-hal yang sebetulnya agak sedikit kurang masuk akalpun menjadi sah-sah saja.

Sepanjang cerita kita juga dibuat penasaran untuk tau, apa sebenarnya yang sedang terjadi siapa biang keladi dibelakang ini semua dan apa tujuannya.

Meskipun film ini mengusung ide cerita tentang teknologi canggih, namun alur ceritanya cukup mudah dicerna. Dan oya perasaan gw sih ide cerita film ini juga kurang orisinil, karena udah pernah nonton film dgn tema serupa tapi lupa film apa yah??

Hanya saja yang selalu menjadi ganjalan buat gw setiap nonton film action ala Hollywood, selalu saja mereka tidak mempedulikan adanya korban-korban yang hancur lebur secara brutal khususnya pada adegan2 kejar2an di jalanan. Seolah nyawa para pemakai jalan tidak berarti sama sekali demi keselamatan si jagoan.

Film ini juga termasuk salah satu film Hollywood yang membawa-bawa nama Indonesia, namun sayangnya dalam konotasi negative. Klo ngga salah, ketika Jerry sedang di interogasi oleh petugas FBI, si petugas menegaskan kurang lebih begini, saya tau kamu pernah bekerja di Singapore, Bali dan Indonesia. Makanya kamu jadi begini.

Begini gimana? Tanya Jerry.
Dijawab sama petugas FBI, Asal tau aja klo hari gini kurang pas untuk jadi teroris. Bla.. blaaa bla.

Jadi kesannya, gara2 pernah ke Indo makanya wajar klo si Jerry jadi terlibat teroris. Halah!!

Eagle Eye

Eagle Eye

Eagle Eye

Eagle Eye

Eagle Eye


TAGS movie film


-

Search

Latest