Dec 15 2008
Ketika Presiden Bush Dilempar Sepatu
“So what if the guy threw his shoe at me?“, salah satu komentar cuek yang dikeluarkan Bush mengenai insiden 14 Desember kemarin ketika seorang wartawan Irak melempar dua buah sepatu ke arahnya. *Jelas ngga kena lha wong si Bush jago ngeles!!*
Sambil melempar dua buah sepatu dengan keras ke arah Bush yang sedang mengadakan konferensi pers bersama Perdana Mentri Irak Nouri al Maliki menandai persetujuan kerjasama keamanan Amerika-Irak, Muthathar al Zaidi si wartawan berteriak “This is a goodbye kiss, you dog,”
Presiden Bush yang sebentar lagi akan mengakhiri jabatan Presidennya itu tampak tidak terlalu ambil pusing. Menurutnya itu hanyalah salah satu tindakan untuk menarik perhatian. Sama saja ketika ia sedang melakukan kampanye politik dan banyak orang yang berteriak-teriak ke arahnya. Iapun tidak merasa terancam dengan adanya insiden itu.
Tapi kalau melihat dari sisi si pelempar, kita mungkin maklum dan bisa merasakan seberapa besar emosi dan kebencian Zaidi kepada petinggi nomor satu Amerika yang sangat berperan penting atas ekspansi dan agresi Amerika ke Irak beberapa tahun yang lalu itu.
Yah, emosi dan kebencian. Salah satu musuh manusia yang datang dari dalam diri dan terkadang sulit untuk kita kalahkan.
Sangat manusiawi ketika emosi kita terpancing dan menjadi kemarahan atau bahkan menjelma lebih dalam menjadi sebuah kebencian. Namun apakah kita harus bereaksi dan mengekspresikan emosi dan kebencian itu. Bayangkan apa yang terjadi seandainya setiap orang tidak punya kcontrol atas emosi pribadi dan amarahnya?
Contoh sederhana ketika kita sedang berada di lalulintas Jakarta, entah sedang menyetir mobil ataupun dalam sebuah taksi. Terkadang kekesalan begitu memuncak terhadap pengendara2 sepeda motor yang cenderung semau gw memotong jalur dari berbagai arah. Kekesalan itu terkadang mampu mencuatkan keinginan untuk menabrak si pengendara motor sekedar untuk memberi pelajaran ataupun untuk pelampiasan emosi semata. Tapi apakah dorongan kemarahan seperti ini harus kita ekspresikan? Tentu tidak! Dengan berpikir panjang dan menyadari akibat-akibat yang akan ditimbulkan biasanya kita mampu mengendalikan dan meredam emosi itu.
Contoh nyata lainnya mungkin bisa kita lihat dalam kasus Marcella Zalianty dan Agung yang sedang hangat dibahas oleh tayangan-tayangan infotainment. Terlepas kejadian itu memang benar atas instruksi Marcella ataupun hanya puncak dari kekesalan anak buahnya yang telah lama mencari sosok Agung yang selama ini dianggap melarikan sejumlah uang milik majikannya, dan ternyata mereka menemukan orang yang dianggap telah melakukan kesalahan itu ternyata sedang asyik berdugem ria.
Akibat kegagalan mengendalikan emosi dan kemarahan itulah akhirnya menyeret mereka semua ke kasus hukum yang hingga kini belum selesai.
Rasanya cukup banyak kasus kecil maupun besar yang dapat kita pelajari yang timbul akibat kegagalan mengendalikan emosi dan rasa amarah kita. Dan akibat yang ditimbulkan biasanya sering berakhir dengan penyesalan *meskipun bagi sebagian orang mungkin tidak peduli*
Jadi.. masihkah kita tidak mau terus belajar untuk mengendalikan emosi dan amarah yang sering muncul dalam hati kita? Masihkan kekerasan dan tindakan brutal mejadi pilihan untuk mengekspresikan emosi dan kemarahan demi kepuasan kita? Itu semua pilihan kita dengan segala konsekuensi yang pastinya akan kita hadapi.
*Peace*![]()
25 responses so far



Gw hanya seorang pria biasa yang agak keras kepala namun menjunjung tinggi kebebasan dan perbedaan yang ada.







pertamax gak??? heeheehee…
kontrol emosi dgn menyalurkannya ke hal2 yg lbh guna. misalnya nyuci/nyetrika baju, nyapu/ngepel, bersih2 perabot rumah atau gardening. Sehat mental, sehat fisik juga kan tuh? heeheehee…
*wakakaka… stuju banget gw *
[fandhie]
mungkin juga bush pantas untuk dilempar
wkakakakakakak
Mnrt gw nih klo pas emosi… dr pada main lempar barang… mending ngumpat deh .. biar gk ada korban
*bisa dijadikan alternatif*
[fandhie]
[...] Sepatu..dan dipanggil “Anjing”… di Pena si Ghuraba Bush dilempar sepatu di Bingung Go!blog Ketika Presiden Bush Dilempar Sepatu di Just Another Place 2 Share Bush-dilempar-sepatu.. (cari deh di “om google”..) di [...]
ada sebab, ada akibat.
semua itu pasti saling berhubungan satu dengan yang lainnya.
*hubungannya dengan pengendalian emosi yg jadi inti tulisan ini apa bro? :D*
[fandhie]
nah… beginilah jadinya kalau ga bisa jaga emosi..
besok dikasi rem ama setang.. biar mudah dikendalikan.
ups..
sekalian kacamata kuda …
orang marah itu awalnya “gila” dan akhirnya akan “menyesal”
habis baca berita, kalo si wartawan pelempar sepatu dianggap sebagai pahlawan.
“Wartawan Irak yang melakukan pelemparan sepatu kepada Presiden George W Bush dieluk-elukkan oleh teman sekerjanya di stasiun televisi Al Baghdadia sebagai pahlawan” sumber okezone
*ya udah ditiru aja boss…. sapa tau jadi pahlawan*
[fandhie]
apalagi ngelemparnya pake sepatu boot no.47…:mrgreen:
setuju Bro…
sebenarnyA musuh kita yang paling sulit dikalahkan adalah diri kita sendiri..
orang Bijak adalah orang yang berhasil mengendalikan diri sendiri terlebih dahulu
ketika marah
ketika mengalami tekanan
ketika senang
ketika sedih
ketika mengalami kekurangan
atau bahkan kelimpahan
nice posting Bro
Setuju…kendalikan emosi, kalau tidak….tanggung sendiri akibatnya…!
Lakukanlah sesuatu itu atas pertimbangan bukan emosi..
makanya ada pelajaran bagaimana mencerdaskan emosi
aku juga masih sulit mengendalikan emosi, tapi minimal ga pernah lempar2 sepatu ke orang lain
untung cuma dilempar sepatu, gak dilempar BOM !!!!!!!!!!!
*wakakaka.. sedang berkomentar tanpa taste nih rupanya.. *
[fandhie]
jgn2 si bush bekas supir bajaj
makanya jago ngeles
Bang Fandhie
aku absen ya.. akhirnya berkunjung juga ke blog mu
Nice blog juga ternyata.. dan sangat relevan dengan kondisi sekarang (inget ilmu yang kau sharing waktu kopdar)
*seep.. tq dah berkunjung. Trus kapan bikin blog sendiri nih..*
[fandhie]
Hehehe..
Lucu juga pas liat..
Haruse dikasi adegan lambatnya..
Macem film matrix gitu..
Kwkwkw..
Wah untung cuma bawa sepatu dua biji, kalau bawa tiga, wah bisa kena tuh kepalanya Bush. sekali bisa ngeles… dua kali masih bisa….. baru ketiga kali biasanya kena
dalam hati si Bush bilang : ” enggak kena .. enggak kena weeeeee “
keren banget tuh,,,presiden aja bisa dilempar pake sepatu…
apalagi pejabat D** yang suka korupsi, dilempar pake peluru…
hehehe *ngasal nih*
maaf…menurut saya isi dgn judul postingan anda gak relevan…maaf
*tidak apa2 anda beranggapan begitu boss
kalau saya sih hanya mencoba melihat sebuah sisi yg bisa diangkat dari peristiwa ini klo bisa kita jadikan pelajaran..
kalau beritanya sendiri kan pasti udah banyak di situs berita laennya…. salam *
[fandhie]
yah,kalo emosi udh ga bisa ditahan gmn dong:)
Pengendalian emosi emang sangat penting bos, tapi kita jg ga tau pengalaman hidup apa yang mendera si pelempar hingga dia berbuat senekad itu
Sorry banget hehehe…
Kalo aku rasa pelemparan insiden sepatu kebush itu merupakan sesuatu yang sangat wajar, karena kalo dilihat dari pengalaman menyedihkan yang dialami siwartawan meliput seorang anak kecil dan warga sipil yang terbunuh setiap harinya akibat invasi AS. Bayangin kalo anda sebagai seorang warga iraq ataupun negara kita yang diinvasi dan kita melihat teman-teman kita ataupun seseorang yang dari yang kita kenal terbunuh gimana???