Just Another Place 2 Share


Keberpihakan Media Televisi dalam Kampanye Pilpres Berpotensi Memecah Belah

6 Jul 2009

isu sara andi malarangeng

Sejak beberapa hari lalu gw merasa stasiun Metro TV yang selama ini gw anggap sebagai salah satu kebanggaan nasional sebagai salah satu media untuk konsumsi masyarakat intelektual sedikit berpihak pada salah satu Capres dan Cawapres yang ada. Tendensi ini semakin Nampak dari hari kehari dalam semua program mereka yang berhubungan dengan kampanye Pilpres 2009. Baik dalam narasi-narasi berita ataupun program lain yang berhubungan.

Makin mengejutkan lagi ketika Metro TV memblowup isu kampanye sara yang melibatkan Andi Malarangeng, salah satu tim sukses Capres-Cawapres SBY-Budiono.

Jujur, gw pribadi tersentak ketika Metro berulang kali membahas kesalahan seorang Andi Malarangeng yang katanya telah mengeluarkan pernyataan bahwa Orang Sulawesi Selatan belum pantas menjadi Presiden. Tag line ini diulang berkali-kali setiap menit dan setiap detik oleh Metro TV dibumbui dengan video unjuk rasa penuh kebencian yang terjadi di wilayah Makassar terhadap Andi Malarangeng sekeluarga. Benarkah seorang Andi Malarangeng sepicik itu?

Jujur, belakangan ini simpati gw ke Andi Malarangeng agak berkurang ketika vokalitas suaranya redam sejak menjadi salah seorang penasihat kepresidenan, tapi gw belum percaya seorang Andi Malarangeng mengeluarkan statemen seperti itu.

Akhirnya melalui referensi siaran-siaran dari TV One, nyata sekali bahwa Andi Malarangeng tidak pernah mengeluarkan statement bahwa Orang Sulawesi Selatan belum pantas menjadi Presiden. Jelas sekali dalam orasi politiknya Andi hanya menekankan bahwa sebagai seorang Sulawesi Selatan ia tidak memilih Capres yang berasal dari Sulawesi Selatan karena menurut dia calon terbaik yang ada saat ini adalah pasangan SBY-Budiono. Apa yang salah dengan pernyataan itu?

Andi bahkan menyampaikan bahwa akan ada warga Sulawesi Selatan yang suatu saat memimpin negeri ini, tapi untuk saat ini calon terbaik yang ada adalah SBY-Budiono. Apa susahnya mengerti pernyataan Andi ini disesuaikan dengan konteks yang ada? Kita tidak perlu mejadi sangat pintar atau menjadi seorang professor untuk mengerti isi statement Andi tersebut disesuaikan dengan konteks kampanye dia di hadapan khalayak Sulsel.

Tapi sayangnya, dalam situasi politik yang makin memanas, media-media lokal menjadikan statement Andi tersebut sebagai isu Sara dengan membolak-balikan pernyataan Andi Malarangeng tersebut seolah-olah Andi menyatakan bahwa Orang Sulawesi Selatan belum pantas menjadi Presiden. Padahal menurut gw pernyataan seperti itu sama sekali tidak ada. Ini hanyalah salah satu trik politik media lokal yang mungkin mendukung JK untuk mendiskreditkan tim kampanye SBY-Budiono.

Namun sayangnya, Metro TV ikut latah memblowup isu yang sama dengan cara yang berat sebelah. Sungguh mengherankan, apakah Metro TV kekurangan orang-orang pintar yang mampu melihat isi kampanye Andi Malarangeng seutuhnya, sehingga mereka terus-terusan memblow up isu sara yang harusnya tidak ada itu?

Entah apa yang terjadi dengan Metro TV sampai stasiun TV ini tidak mampu bersikap netral tanpa peduli telah ikut memanaskan suasana untuk mendiskreditkan Andi Malarangeng dan otomatis juga merupakan serangan terhadap Capres-Cawapres SBY-Budiono. Dan tanpa peduli juga bahwa isu yang di blow up berlebihan serta berat sebelah ini juga berpotensi memecah belah bangsa?

Apakah ini salah satu manuver Metro TV untuk mendukung salah satu Capres mengingat pemiliknya berseragam sama-sama kuning dengan salah seorang Capres tersebut? Ataukah sekedar trik bisnis media karena eksistensi Metro TV mulai terancam oleh TV One yang mempunyai konsep yang sama? Walahualam tapi haruskah ikut-ikutan memecah belah bangsa hanya karena kepentingan golongan semata?

*Sekedar pendapat pribadi seorang yang awam politik, silahkan sharing jika ada yang memiliki pandangan berbeda. Kita boleh berbeda tapi tidak perlu terpecah-pecah bukan?*


TAGS Politik Media Kampanye


-

Search

Latest