Just Another Place 2 Share


Menganalisa Kekalahan Telak JK-Win di Pilpres 2009

14 Jul 2009

JK-Win

Break sejenak dari postingan tentang menghasilkan dollar melalui blogdetik, yuk kita berpolitik! Eitsss.. jangan mengernyitkan dahi dulu karena gw bukanlah seorang politikus ataupun pengamat politik. Gw hanya seorang blogger yang *sejujurnya* tidak pintar menulis. Hanya sekedar menuangkan ide yang bermain-main di pikiran gw. Mungkin iseng dan tak begitu penting tapi butuh disalurkan doang hehehe..

Gw sebetulnya bukan pendukung pasangan capres-cawapres Jusuf Kalla & Wiranto (JK-Win) di pilpres 2009 kemaren. Tapi jujur gw kaget juga melihat pencapaian pasangan ini yang tidak lebih dari 15% suara melalui hasil quick count yang ada. Tapi tidak usahlah berbicara tentang kecurangan, karena kalo mo jujur di seluruh daerah pemilihan ada beberapa wilayah yang dikuasai oleh partai2 pendukung masing2 capres-cawapres tertentu. Demikian juga masalah DPT atau DPT ganda, kasus ini tentunya berpeluang merugikan ketiga pihak capres-cawapres, jadi silahkan Bawaslu yang menyelesaikan masalah2 kecurangan tersebut untuk meningkatkan legitimasi (minjem istilah pengamat politik) hasil pilpres 2009.

Lantas kenapa suara buat JK-Win bisa jeblok sejeblok2nya? Ini hanya analisa gw lho.. analisa iseng seorang blogger yang awam politik. Jadi hanya dari kacamata gw pribadi, bukan kacamata Hilman si ketua dBlogger ataupun kacamata Easy si Ratu Blogger :)

  1. Well, kalau kita lihat iklan-iklan politik JK-Win yang banyak beredar di media televisi, yang pastinya menghabiskan dana tidak sedikit (tidak sinkron dengan pernyataan tim suksesnya yang ngeles katanya kekalahan JK-Win karena kekurangan dana kampaye), disitu JK banyak membeberkan keberhasilan dia selama menjadi Wapres membantu SBY. Bahkan JK sering mengklaim beberapa kebijakan adalah ide beliau. Haloo.. semua juga tau klo wapres itu adalah pembantu Presiden. Jadi apapun keberhasilan yang diungkapkan seorang wapres pastinya itu adalah keberhasilan sang Presiden juga kale. Rakyat jadi melihat kemampuan SBY dalam memanfaatkan wakilnya yaitu JK untuk mengeluarkan kemampuan maksimal dia dalam berprestasi membangun bangsa. Iya ga sih?? Jadi tanpa sadar JK juga ikut memproklamirkan keberhasilan SBY, karena bagaimanapun keputusan akhir ada di tangan SBY bukan? Yang bilang bukaaannn kamu pinter :P
  2. Analisa kedua. Kita semua yang sempat menyaksikan program2 Debat Capres di televisi pasti bisa melihat, JK tampil sedikit cemerlang dalam berdebat dan bahkan cukup berani dan terang-terangan menjatuhkan SBY dengan seloroh-selorohnya, sementara SBY sedikit lebih menahan diri dan terkesan kalem. Well.. ini masyarakat Indonesia man. Gw rasa sih, kecemerlangan JK ini mungkin mungkin lho yah.. ditangkap berbeda oleh masyarakat kita. JK terkesan *tidak tahu diri* (mengingat SBY yang mengangkat dirinya dengan bersedia berpasangan sebagai Capres-Cawapres 2004) dan kurang menghormati orang yang posisinya lebih tinggi hahahaha.. sekali lagi ini Indonesia. Kalau seorang JK tidak bisa menghormati SBY yang posisinya sedang berada diatasnya? Kira-kira gimana dia akan menghormati kita yang jelata ini yah?? Wakakaka ini mungkin lho.
  3. Analisa berikutnya berhubungan dengan Aceh. Siapa sih yang ngga tau klo JK tak henti-hentinya mengklaim dirinya yang paling berperan dalam peristiwa perdamaian di Aceh? Tapi kok.. di daerah pemilihan Aceh, suara JK-Win malah jeblok abis. Nah ini dah jadi hukum alam, ketika kita melakukan pekerjaan-pekerjaan baik dan berjasa, sekali-kali kita mengungkit2 dan mengklaim jasa kita itu, maka orang akan mempertanyakan ketulusan kita, dan biasanya sih nilai ketulusannya jadi jauh berkurang. Bahkan akan dicurigai bahwa apa yang kita lakukan tidak tulus dan hanya untuk kepentingan pribadi semata. Iya bukan? Klo semua sudah setuju kita lanjut ke analisa berikutnya.
  4. Analisa keempat berhubungan dengan media. Tak dipungkiri hampir semua media telah menunjukkan keberpihakan mereka ke salah satu pasangan Capres-Cawapres, dan yang paling getol dan menggebu-gebu adalah Metro TV dan Media Indonesia yang menunjukkan dukungan ke JK-Win. Tidak bisa disalahkan sih meskipun mungkin sudah tidak sesuai dengan kode etik jurnalis, tapi alangkah disayangkan bentuk dukungan Metro TV dan Media Indonesia terlalu nyata dan terkesan kasar. Kedua media ini sengaja memblow-up isu-isu yang seharusnya tidak ada menjadi ada hanya untuk mendiskreditkan capres-cawapres lainnya. Mereka lupa, masyarakat Indonesia sudah tidak sebodoh dulu. Dan mereka lupa, masih banyak media lain yang membahas isu-isu yang sama dengan lebih seimbang. Akhirnya, kemungkinan masyarakat penikmat media jadi beranggapan bahwa media pendukung JK-Win berani melakukan apa saja untuk memenangkan jagoan mereka. Tentunya ini bernilai negatif dan alhasil jadi menjatuhkan pasanga JK-Win yang mereka jagokan bukan?

Yah sekali lagi ini hanya analisa iseng seorang blogger yang tidak kredibel dan tidak kompeten membahas masalah-masalah politik. Jadi bukan salah gw yah kalau yang baca setuju ataupun tidak setuju. Namanya juga pemikiran, klo sama yah bagus.. klo beda yah lebih bagus lagi. Kan berbeda-beda tapi tetap satu bukan?


TAGS Politik pemilu 2009


-

Search

Latest