Just Another Place 2 Share


Mari Mengenal HOAX dan Stop Menjadi Kaki Tangan Penyebarannya!

8 Nov 2009

HOAX

Si X sudah memasuki stadium 5 kanker otak sedang terbaring di RS abc dan dan sangat membutuhkan donor darah golongan AB secepatnya. Jika anda ingin membantu hubungi si D no. HP: 088888xxx. Tolong forward pesan ini ke teman-teman anda.

Begitu kira-kira bunyi salah satu pesan HOAX yang pernah ramai beredar di internet melalui Yahoo Mesengger. Anehnya pesan HOAX ini beredar hingga bertahun-tahun lamanya. Awet bener yahh

Ketika seorang teman dekat memforward pesan ini ke gw yg biasanya tdk pernah merespon pesan2 yg berbau HOAX, tapi sebagai teman gw coba respon pesan itu begini :

Bro.. itukan HOAX, buat apa sih diforward2?

Anehnya, dari bebrapa teman yg gw respon seperti itu, rata-rata jawaban mereka nyaris sama dan sedikit mengecewakan buat gw.

Ah gw kan tinggal copas dan forward aja. Kalau ngga suka yah tinggal hapus aja. Repot amat sih? Yang penting kita sudah membantu!

Membantu? Tapi kok terkesan masa bodoh!

Siapa yang dibantu? Si penderita yang mungkin orangnya sendiri ngga eksis? Atau si pemilik nomor?
Bayangkan kalau pesan ini diteruskan ke 1 juta orang dan ada 10% aja yg kemudian merespon dan menghubungi si D yang nomornya tercantum pada pesan HOAX tersebut. Sementara dia sendiri tidak tahu menahu ttg siapa yang sakit kanker otak. Apa iya si D ngga terganggu menerima telpon sebanyak 100 ribu kali dari org yang ngga dikenal? Apakah itu yg namanya membantu? Tapi justru menyusahkan orang lain? Belum lagi orang-orang yang terganggu karena menerima kiriman pesan HOAX tersebut.

Itulah salah satu faktor yang menyebabkan pesan-pesan HOAX sangat cepat berkembang baik melalui internet (YM, email, blog, social networking dll) ataupun melalui SMS. Yaitu karena kita bertindak masa bodoh. Meneruskan pesan HOAX dengan pemikiran bahwa kita hanya sekedar memforward, tanpa peduli benar atau tidak isi pesan yang kita forward. Dan akhirnya kitapun membiarkan diri kita menjadi kaki tangan penyebar HOAX itu sendiri.

HOAX ITU APA SIH?

Hoax adalah upaya orang-orang tertentu untuk memperdaya masyarakat agar percaya pada hal-hal yang tidak benar.

Hoax biasanya berisi berita bohong, nasehat palsu dan kabar-kabar tidak benar lainnya yang dikirim melalui internet messenger (YM, GoogleTalk, IM dll), email, social networking, sms dan lain-lain. Pesan HOAX biasanya diakhiri dengan himbauan untuk meneruskan pesan sebanyak-banyaknya.

Pada tingkat ringan, penyebar HOAX biasanya tidak mendapat keuntungan apa-apa dari pesan bohong yang disebarkan kecuali kepuasan pribadi karena karyanya beredar luas dan bahkan dipercaya oleh sebagian orang , dan ketika kita ikut andil menyebarkan HOAX ini kita telah memberikan kesenangan yang lebih besar buat penyebar HOAX yang iseng ini.

Ada juga HOAX yang berakibat merugikan produk, merek atau bisnis-bisnis tertentu, misalnya HOAX mengenai Teh Botol Sosro yang berakhir dengan permintaan maaf oleh sang penyebar HOAX.

Ditingkat yang lebih tinggi, HOAX dapat menciptakan kekhawatiran dan kepanikan di masyarakat, misalnya HOAX mengenai bencana gempa bumi, kiamat, penyebaran virus dan lain-lain. Dan sekali lagi, kita sering membiarkan diri menjadi kaki tangan penyebar berita-berita bohong ini.

Padahal dengan sedikit usaha serta menggunakan logika, kita dapat menghentikan penyebaran HOAX.

CIRI-CIRI HOAX dan TIPS MENGHENTIKAN HOAX

Mengenal ciri-ciri HOAX antara lain :

  • Disebarkan melalui media komunikasi online yang mudah penyebarannya seperti messenger, email, sms, fasilitas pengiriman pesan social networking seperti Facebook, Friendster dan lain-lain.
  • Isinya cenderung menimbulkan kegelisahan, membuat panik atau menyudutkan golongan tertentu.
  • Selalu diikuti himbauan untuk meneruskan pesan sebanyak-banyaknya, sesekali disertai ancaman jika kita tidak meneruskan maka akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, atau iming-iming bahwa dengan meneruskan pesan kita akan mendapatkan sesuatu yang berharga.
  • Pesan HOAX biasanya tidak disertai dengan identitas siapa sumber awalnya.

Mengenal pesan HOAX sebetulnya cukup dengan menggunakan logika atau nalar kita. Misalnya HOAX mengenai hari kiamat, untuk apa kita repot-repot mencari sumber berita ini kalau sebagai orang beragama kita percaya bahwa kiamat iturahasia Tuhan? Atau HOAX bahwa gempa sekian skala ritcher akan terjadi di Jakarta pada tanggal dan jam tertentu padahal para ahli sudah berkali-kali menjelaskan bahwa kejadian gempa tidak dapat diprediksikan kapan tepatnya akan terjadi.
Beberapa tips untuk tidak terjebak dan ikut dalam penyebaran HOAX :

  • Jangan pernah memforward berita/pesan yang tidak kita yakini kebenarannya. Kalau kita merasa isi pesan yang diterima sangat penting, carilah informasi dan cross check terlebih dahulu sebelum meforward.
  • Untuk cross check sebuah berita/pesan yang berpotensi HOAX, kita bisa menggunakan mesin pencari seperti Google, Yahoo dan Bing, atau langsung mencari referensi ke situs-situs berita yang kredibilitasnya terpercaya, seperti Detik.com, Antaranews, TempoInteraktif untuk berita-berita lokal dan CNN, BBC dan lain-lain untuk berita-berita dunia. Contohnya kabar tentang Gempa 8 SR yang akan terjadi di Jakarta, kalau berita ini benar, tidak mungkin BMKG tidak menyebarkan berita ini melalui media-media lokal terpercaya bukan? Lantas kenapa kita harus percaya pada sms dengan sumber yang tidak jelas?
  • Pesan-pesan mengenai penyebaran virus melalui email, friendster dan facebook serta social networking lain sebaiknya kita abaikan saja, yang penting secara pribadi kita kita tetap berhati-hati ketika menerima email dan pesan melalui social networking dari orang yang tidak kita kenal. Jangan mendownload attachment file atau mengklik link yang di kirimkan.
  • Jangan terpancing untuk meneruskan kiriman-kiriman pesan yang dihiasi dengan istilah-istilah ilmiah atau bahkan pesan-pesan agama yang cenderung membodohkan. Jika terasa perlu sebaiknya konsultasikan dengan orang-orang yang kredibel sebelum meneruskan pesan-pesan tersebut.
  • Jangan panik karena ancaman-ancaman bahwa account kita diinternet akan ditutup atau ancaman-ancaman lainnya jika kita tidak meneruskan pesan ke sekian orang tertentu ataupun embel-embel bahwa kita akan mendapatkan hadiah karena meneruskan pesan tersebut ke sejumlah orang.

Jadi pada dasarnya HOAX dikirimkan oleh orang-orang tertentu hanya untuk kepuasan pribadi semata. Mari kita tidak membiarkan diri menjadi kaki tangannya.


TAGS Internet Hoax


-

Search

Latest