Nov 09 2009
Dari Blog ke Buku : Senandung Cinta dari Rumah Kayu

Gw dah sering dengar ada beberapa blog yang diangkat menjadi sebuah buku. Secara gw emang salah satu blogger *sebagian orang khususnya teman-teman dekat udah tau* yang SANGAT malas membaca, jadi belum pernah sekalipun ikut mencicipi gimana rasanya buku2 yang diduplikasi dari blog itu.
Tapi ketika ada sahabat blogger dari Rumah Kayu dengan semangat dan optimis yang tinggi membukukan tulisan-tulisan blog mereka yang hasil kolaborasi 2 orang , Dee dan Kuti , tokoh-tokoh bayangan di Rumah Kayu yang berperan sebagai” suami istri”, selain gw *sok* ikut2an bangga dengan keberhasilan mereka membukukan blog, rasa penasaran juga menggebu-gebu untuk mencicipi dan mengenal lebih rapat isi dari rumah maya yang katanya dari kayu itu lewat buku mereka Senandung Cinta dari Rumah Kayu.
Rasa penasaran gw akhirnya terjawab begitu buku dengan tagline Catatan Inspiratif tentang Keluarga, Persahabatan dan Cinta itu sampai ke tangan. Rupanya gw lebih beruntung dibanding beberapa teman blogger yang sudah mencoba mencari buku ini di beberapa toko buku tapi belum nemu
Karena buku ini merupakan kumpulan tulisan-tulisan dari sebuah blog, yang ditulis sepotong-sepotong, dan kadang ditulis berdasarkan konteks atau isu yang lagi ramai dibicarakan pada saat sebuah tulisan dibuat, tentunya wajar kalau kita merasa ada beberapa tulisan yang kurang tersusun dengan rapi dan seperti kurang begitu nyambung satu sama lain, tapi setelah membaca keseluruhan buku barulah kita bisa menemukan benang merah dari keseluruhan isi buku, dan benang merah itu seperti yg tertulis pada taglinenya Catatan Inspiratif tentang Keluarga, Persahabatan dan Cinta.
Dengan cara yang khas Rumah Kayu yang kebanyakan berisi dialog-dialog manis Dee dan Kuti tentang satu permasalahan, gw rasa buku ini cukup mampu memberi inspirasi-inspirasi baru maupun membangkitkan inspirasi-inspirasi lama yang mungkin sudah terlupakan oleh kita, mengenai hubungan cinta.
Dua tulisan pertama “Ada Apa Dengan Cinta” dan “Mereka Berjuang Demi Cinta” menurut gw cukup menggelitik. Meskipun jiwa Rumah Kayu belum terasa dari dua tulisan di awal ini namun cara Dee dan Kuti membenturkan dua pandangan mengenai CINTA yaitu pandangan mengenai cinta yang konvensional dan pandangan yang lebih modern cukup menarik. Apalagi kemudian mereka tidak memberikan kesimpulan selain menggantung kita pada pertanyaan dan pilihan masing-masing, ada dimanakah kita mengenai cinta ini? Hehehehe… lebay ga sih gw?
Tulisan-tulisan yang mengadopsi strategi-strategi perang Sun Tzu dan diaplikasikan dalam kehidupan cinta dan hubungan dalam rumah tangga dan keluarga juga cukup menarik. Dan masih banyak lagi informasi dan sharing dalam buku ini yang dituangkan dengan gaya khas Rumah Kayu, meskipun jujur menurut gw masih ada beberapa tulisan yang keliatannya belum konsisten
Yang pasti menurut gw buku ini juga menjadi gambaran perjalanan blog Rumah Kayu dalam mencari bentuk gaya penulisan hingga menemukan jiwa Rumah Kayu sebenarnya yang bisa kita rasakan saat kita berkunjung ke blog mereka sekarang.
Buat yang suka baca rasanya ngga rugi untuk punya buku ini, bacaannya cukup ringan kok. Ada sih beberapa tulisan yang masih terkesan basi *versi gw* tinggal dilewatin aja ngga akan mengurangi keasikan membaca tulisan-tulisan selanjutnya. Dan silahkan cari inspirasi-inspirasi apa aja yang bisa di dapat dari buku ini. Minimal inspirasi untuk ikut ngeblog dan membukukan blog juga
Iya kan?? Iya dong??
ps: menurut informasi buku ini bisa di dapat di toko buku Gramedia atau bisa juga order via email ke pemasaran.agromedia@gmail.com
39 responses so far




Gw hanya seorang pria biasa yang agak keras kepala namun menjunjung tinggi kebebasan dan perbedaan yang ada.







fandhie… tengkyu banget untuk bersedia membaca buku ini, walau katanya biasanya paling malas membaca
tengkyu juga untuk resensi buku yang apik ini. dan… last but not least, tengkyu berat bahwa dulu fandhie termasuk salah satu yang pertama kasih komentar di postingan awal blog rumahkayu, bahkan pada saat blog itu belum diumumkan keberadaannya pada khalayak ramai, he he he
salam, d.~
hureee…fandhie semangat apdet lagiii…ssiiiiippp (feelingq, kalo fandhie maen k blogq keknya dia ada postingan baru neeh…lgs ajah aq lari k sini, eehh…kduluan yg empunya buku rumah kayu…*.^) sayang banget aq ga bisa ikutan baca sekarang, ntar mgk kalo dah balik ke indo lg. hmmm…kapan ya aq bisa bikin buku juga, tentang gantungan kunci…biar dikomengi ma si fandh wkkkkwkkkk…. (kabuuuuuur dulu ah!!)
hahaha.. rumahkayu benar2 punya alat sadap nih bro
tuuh kan…ada mr rabbit, lagi pada ronda neeh…btw aq belum ke rumah dee…, mo nengok dulu ah, tuk memastikan kondisi aman terkendali…(lariiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii….!!)
Kunjungan Tengah Malam
waahhh ulasannya bagus …
Saya tertarik dengan slogan blognya Mas
Berbagi Itu Penting Sepaham Atau Tidak Itu Bukan Masalah
sama saya juga lagi semangat niy … hehee
kyaknya semkin byk yach yg mnyukai buku dee ini yach,, dia emng bnr2 brbakat yach
langsung meluncur.. Wus! ’sambil btanya2, kapan bikin buku jg? Hehe’
wah makin banyak ya blog yg jadi buku
jaid makin smangaat ngeblog neeh
muantaaaf
ide yg cerdas untuk membuat buku dari pengalaman ngeblog kemudian dijual setelah dibuat sebuah ebook
mantabs bang fandhie ulasannya
selamat pagi mas salam kenal yaaa numpang baca juga
Fan, resensimu fun yah dengan gaya bahasamu
Good!!!
Setelah banyak blog yang akhirnya dibukukan, saya yakin pasti banyak juga blogger yang kepengen blognya jadi buku, saya juga termasuk yang punya harapan seperti itu. Trus blognya Mas Fandi kapan jadi buku?
Fan numpang copas cover buku di atas yaa …
Salam.
banyak sekali blogger yang membukukan tulisannya. maju terus blogger indonesia
bang fandhie, kapan blog-nye di bukukan?
yg monetize lebih afdol, bisa di sejajarkan dengan kurikulum tingkat sekolah menengah, bang??
dapet buku dari RK ni ye? hehehehe..
sama mas saya juga kurang bai dalam membaca ntah gak suka baca atau mata saya yang semakin kabur..hwheeeee
wah sudah 2 blog yang nulis review tentang buku ini, kayanya kudu dibaca deh
walah komen ku kok gak muncul…..ya salam sukses aja dah…
wahh… kapan ya blog gue jg bisa dibukukan? mudah2an ada rejeki juga…
moga2 yg selanjutnya jd buku blog uni, amiiin, hehe
covernya bagus…..
Berbeda suku, berbeda golongan dan agama
Bhinneka Tunggal Ika kami yang pertama
Bahu membahu, bimbing saling membimbing
Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing
————————————
selamat hari pahlawan ya..
keren..
resensinya mas fandhie lucu dan menarik……
kayaknya saia perlu baca bukunya deh….
buktinya, mas fandhie yg gak suka baca jd suka baca bukunya….
sy jg jadi pengen punya bukunya..
booming
booming
buku ini booming
ehh mksdnya resensinya
hahaha…ternyata buku ‘rumahkayu’ bs memaksa fandhie utk membaca ya?
wah hebat banget gaya magnetik yang ada di buku rumah kayu, pinjam dong mas fandhi, di Aceh lama banget nyampe buku yang beginian… (hohohohoh… hopeless)
beli…beli./…beli…
Dee gitu loh! yang Perahu Kertas saja oke! Aplagi yang ini…(meski beda penulis) he…he….
horeeee fandhie apdet blognya lageee… dee n kuti bener2 hebat kau telah menginspirasi fandhie untuk bikin postingan super serius macam iniii…
gue baru tuntas kemarin sore bacanya fand!
karena lagi baca buku2 yang kejar tayang sih, hehehe…
Resensi Fandhie lengkap banget
Keren, kelebihan dan kekurangan buku, ditulis dengan sangat proporsional…
baca lagi ah
btw, benar fan harusnya dijelaskan di sampul depan: kumpulan tulisan dari blog soalnya kemungkinan besar buku ini (jika pembacanya bukan pembaca blog rumahkayu) menganggapnya sebuah novel.
wah, keliahatannya buku yang asyik nih. dimana bisa didapatkan?
Whuaaah keren ya bisa jadi buku.. mau mau mau..
fandhie… gambar cover buku rumahkayu di blog ini bagus, jelas dan cerah… aku copy gambarnya yaaaa… thanks… d.~
pengin baca bukunya nie……..