Just Another Place 2 Share


Kenapa sih banyak orang jadi anti dengan MLM?

4 Oct 2013

MLM atau multilevel marketing, menurut saya tidak ada yang salah dengan bisnis penjualan dengan sistem jaringan ini. Toh sudah jelas, ada produk yang dijual dan ada pembelinya. Berbeda dengan sistem ritel konvensional, dimanauntuk memperkenalkan produk ke masyarakat dibutuhkan biaya iklan, biaya distribusi dan lain-lain. Termasuk memajang produk di supermarket atau hypermart juga bukan biaya yang kecil lho. Nah dengan cara multilevel marketing , semua biaya itu dapat dipangkas dan pemasaran produk dilakukan oleh para anggota dan jaringannya. Dengan demikian biaya-biaya yang harus dikeluarkan seperti biaya iklan dan lain-lain dapat dikonversi menjadi komisi bagi anggota. Masuk akal kan?

Saya pribadi, jaman masih muda selepas kuliah dulu suka ikut berbagai macam MLM yang ada. Sebagian karena produknya yang menarik, sebagian lagi karena harga produk yang cukup murah. Mulai dari CNI, IFA, Oriflame, Immunocal, Amway dan entah apalagi. Seru sih… apalagi kalau downline udah cukup banyak. Cuma sayang, saya punya kelemahan cenderung bosen untuk melakukan hal yang sama berulang-ulang terus menerus. Mendekati calon prospek dan menjelaskan sistem MLM, keunggulan produk, potensi mendapatkan profit dan seterusnya berulang-ulang ke orang-orang yang berbeda cenderung membuat saya bosan dan mencari MLM lainnya lagi hahaha. Jadi untuk sukses sebagai pelaku MLM harus konsisten sih yah. Dan itu kelemahan saya.

Oke, kembali ke judul diatas, lantas kenapa sih banyak orang yang terkesan anti dengan MLM?

Menurut saya sih, penyebabnya adalah pelaku-pelaku MLM itu sendiri, serta cara-cara yang diajarkan oleh para Upline ke Downline mereka untuk melakukan prospek. Sangat jarang ada pelaku MLM yang datang ke prospek yang kemudian to the point ” Eh, saya ikutan bisnis MLM baru nih. Coba yuk?” atau “Saya mau memperkenalkan bisnis MLM baru nih. Kasi waktu aja sembari santai kita ngobrol2, ya kali aja tertarik ikut atau minimal tertarik sama produknya, bagus kok?” Dengan gaya seperti ini kan lebih enak yah. Calon prospek langsung bisa memutuskan apakah dia memang tidak cocok menjalankan MLM, atau dia mau meluangkan waktu. Toh tidak ada kesan pemaksaan disini. Apalagi kalau ada hubungan teman yahh anggap aja hang out bareng ngobrol-ngobrol. Tema obrolannya aja yang berubah, MLM. Selain itu pelaku MLM yang berani menyebutkan bisnis MLM yang dia jalankan akan memberi kesan bahwa dia bangga dengan MLM dia. Iya kann?

Tapi kenyataan yang ada, mayoritas pelaku MLM melakukan pendekatan dan mengajak calon prospek dengan cara yang tidak terbuka dan terkesan “menjebak”. Mereka mengajak prospek nyaris sama seperti mengajak seseorang untuk masuk ke bisnis gelap.]

“Halo, saya mau undang anda nih untuk presentasi project atau peluang bisnis baru, datang yah disini tanggal sekian sekian….”

“Oya? bisnis apa yah?”

“Udah deh datang aja ini bagus kok? Peluangnya besar dan akan menjadi tren di masa depan.” atau “pokoknya ini bisnis bagus, sudah berkembang pesat di Amerika dan negara-negara maju.. rugi klo sampe ngga ikutan..”

Amerika pale lu botak?

“Aduh maaf, saya masih sibuk nih bagi waktu lagi running bisnis baru juga blom lancar..” ini penolakan secara halus

“ooo.. ngga usah takut, ini bisnis bisa sampingan kok!??” Please deh… jalanin bisnis utama aja dah ga bisa bagi waktu dan keabisan waktu gimana mo nyamping-nyamping?

Tapi itulah pelaku MLM kebanyakan, terkesan memaksa dan sekali lagi “menjebak”. Kadang “jebakan” yang digunakan lebih parah yaitu dengan mengiming2in lowongan kerja ke pengangguran. Buntut-buntutnya MLM. Mereka seperti malu atau takut menyebutkan bisnis MLM mereka. Dan akhirnya menimbulkan kesan bahwa MLM adalah bisnis jebakan. Berhasil menjebak prospek yah sykur… klo gagal yah sudah!!!

Saaran saya sih, seandainya anda tertarik dan menekuni bisnis MLM, belajarlah bangga dengan produk yang anda jual, belajarlah bangga dengan nama MLM yang ada jalankan, belajarlah bangga dengan keberanian anda menjalankan usaha ini, dan share kebanggaan anda ini kepada teman, relasi dan calon-calon prospek lainnya. Itu saja sih :)


TAGS MLM multi level marketing


-

Search

Latest